Breadcrumb
Religious preschool education for various faith communities
KBLI 85104

Pendidikan Prasekolah Keagamaan Protestan, Katolik,

Pendidikan Prasekolah Keagamaan Protestan, Katolik,

🎓 Section P — Education

✅Open· 100% ForeignNew in 2025

HINDU, BUDDHA, ATAU KONGHUCU Kelompok ini mencakup pendidikan untuk anak berusia 4 —6 tahun dengan fokus mengintegrasikan nilai Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, atau Konghucu pada pembelajaran persiapan jenjang pendidikan dasar, seperti taman seminari, pratama widyalaya, pratama widya pasraman, dan nava dhamamasekha.

Common Questions
Can foreigners operate a pendidikan prasekolah keagamaan protestan, katolik, business in Indonesia?
Yes. KBLI 85104 (Pendidikan Prasekolah Keagamaan Protestan, Katolik,) is classified as TERBUKA — open to 100% foreign ownership through a PT PMA company. You do not need a local Indonesian partner.
What license do I need for KBLI 85104?
KBLI 85104 requires a NIB (Nomor Induk Berusaha) obtained through the OSS (Online Single Submission) system. Contact a licensed consultant for specific requirements.
🎓
Read Full Guide on Bali Zero↗

KBLI 2025 Education & Training: Schools, Language Centers & Training

kita.balizero.com

Related Codes

85101Section P

Pendidikan Taman Kanak-kanak Umum Pemerintah

Pendidikan Taman Kanak-kanak Umum Pemerintah

→
✅Open· 100% Foreign
85102Section P★

Private Kindergarten

Pendidikan Taman Kanak-kanak Umum Swasta

→
✅Open· 100% Foreign
85103Section P

Pendidikan Prasekolah Keagamaan Islam

Pendidikan Prasekolah Keagamaan Islam

→
✅Open· 100% Foreign
85201Section P

Pendidikan Dasar Umum Pemerintah

Pendidikan Dasar Umum Pemerintah

→
✅Open· 100% Foreign
85202Section P★

Private Primary School

Pendidikan Dasar Umum Swasta

→
✅Open· 100% Foreign
85203Section P

Pendidikan Dasar Keagamaan Islam

Pendidikan Dasar Keagamaan Islam

→
✅Open· 100% Foreign
Zantara AIOSS Intelligence System
Context85104
Ask me anything about KBLI 85104 — Pendidikan Prasekolah Keagamaan Protestan, Katolik,. Licensing, PMA rules, what changed in 2025, or how it works in Bali.