Breadcrumb
Apple trees and stone fruit in orchard
KBLI 01240

Pertanian Buah Apel dan Buah Batu (pome And Stone

Pertanian Buah Apel dan Buah Batu (pome And Stone

🌾 Section A — Agriculture, Forestry & Fishing

✅Open· 100% ForeignMedium-Low RiskDirect Match

FRUITS) Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian buah apel dan buah batu (pome and stone fruits), seperti aprikot, ceri, persik, nektarin, pir, quince, plum, sloe, markisa, kepel, terong belanda, dan buah delima. Pertanian buah apel dan buah batu yang dimaksud men cakup kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan kegiatan pascapanen yang dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan.

What Changed

Direct 1:1 match from KBLI 2020 — code and scope unchanged.

What You Need

**Micro, Small, Medium**: Medium-Low risk. NIB dan Sertifikat Standar, issued Automatic (instant). Authority: District/City (Bupati/Walikota). Obligations: Melaporkan kegiatan usaha secara periodik kepada pimpinan instansi sesuai dengan kewenangannya; Menerapkan peraturan Perbenihan **Large**: Medium-High risk. NIB dan Sertifikat Standar, issued 7 working days. Authority: District/City (Bupati/Walikota). Requirements: Surat Pernyataan menguasai tempat usaha produksi; Surat Pernyataan memiliki sumber daya manusia yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan di bidang perbenihan; Surat Pernyataan memiliki atau menguasai sarana produksi benih atau peredaran benih (+1 more) Obligations: Melaporkan kegiatan usaha dan pelaksanaan corporate social responsibility (CSR) secara periodik kepa; Menerapkan peraturan Perbenihan **Micro, Small**: Low risk. NIB, issued Automatic (instant). Authority: District/City (Bupati/Walikota). Obligations: Membuat catatan kegiatan usaha.; Membuat pernyataan melakukan Budi daya yang baik sesuai SOP. **Medium**: Medium-Low risk. NIB dan Sertifikat Standar, issued Automatic (instant). Authority: District/City (Bupati/Walikota). Obligations: Produk yang dihasilkan memenuhi standar mutu dan persyaratan keamanan pangan.; Membuat catatan kegiatan usaha dan melaporkan secara periodik kepada pimpinan instansi sesuai dengan (+1 more) **PMA (Foreign Investment):** Open — up to 100% foreign ownership.
Licensing Overview
Risk LevelMenengah Rendah
License TypeNIB dan Sertifikat Standar
Foreign Ownership100% Open
ProcessingOtomatis
2020 → 2025
Previous codes: 01240
Common Questions
Can foreigners operate a pertanian buah apel dan buah batu (pome and stone business in Indonesia?
Yes. KBLI 01240 (Pertanian Buah Apel dan Buah Batu (pome And Stone) is classified as TERBUKA — open to 100% foreign ownership through a PT PMA company. You do not need a local Indonesian partner.
What license do I need for KBLI 01240?
KBLI 01240 has a Menengah Rendah risk classification. You need: NIB dan Sertifikat Standar. Processing time: Otomatis.
How did KBLI 01240 change from 2020 to 2025?
KBLI 01240 was mapped from previous code: 01240 (KBLI 2020). This is a direct match — the code number and scope remained the same. All businesses must migrate to KBLI 2025 by June 18, 2026 (BPS Regulation 7/2025).
🌿
Read Full Guide on Bali Zero↗

KBLI 2025 Agriculture & Agritourism: Farming, Plantation & Eco-Tourism

kita.balizero.com

Related Codes

01210Section A

Pertanian Buah Anggur

Pertanian Buah Anggur

→
✅Open· 100% ForeignMedium-Low Risk
01220Section A

Tropical Fruit Farming (pertanian Buah-buahan Tropis dan Subtropis)

Tropical Fruit Farming (pertanian Buah-buahan Tropis dan Subtropis)

→
✅Open· 100% ForeignMedium-Low Risk
01230Section A

Pertanian Buah Jeruk

Pertanian Buah Jeruk

→
✅Open· 100% ForeignMedium-Low Risk
01251Section A

Pertanian Buah Beri

Pertanian Buah Beri

→
✅Open· 100% ForeignMedium-Low Risk
01252Section A

Pertanian Buah Biji Kacang-kacangan

Pertanian Buah Biji Kacang-kacangan

→
✅Open· 100% ForeignMedium-Low Risk
01253Section A

Pertanian Sayuran Tahunan

Pertanian Sayuran Tahunan

→
✅Open· 100% ForeignMedium-Low Risk
Zantara AIOSS Intelligence System
Context01240
Ask me anything about KBLI 01240 — Pertanian Buah Apel dan Buah Batu (pome And Stone. Licensing, PMA rules, what changed in 2025, or how it works in Bali.